Kamis, 07 Juli 2011

Dalam Keramahan Kita akan menemukan

Anda tidak pernah betul-betul tahu
keadaan, kejadian, atau orang
yang akan menjadi pembuka bagi
semua kesempatan besar
dalam karir dan kehidupan Anda.


Pengalaman hidup telah mengajarkan,
bahwa itu semua biasanya tampil
dalam bentuk yang sepele, tidak kita sukai,
yang kelihatannya merepotkan,
dan bahkan membuat kita kesal dan marah.


Maka marilah kita berlaku ramah
kepada siapa pun dalam keadaan apa pun.

Rabu, 06 Juli 2011

Bersabar dalam Kemarahan

Bersabar adalah tetap merasa marah,
tapi tidak menggunakannya untuk merendahkan diri
dan merusak hubungan baik dengan orang lain.


Rasa marah adalah berkah,
agar kita menemukan kekuatan yang besar
untuk mengubah keadaan yang
menyengsarakan masyarakat atau merusak alam.


Yang dilarang adalah menggunakan rasa marah
untuk menyebabkan kerusakan pada diri,
hubungan baik dengan orang lain, atau merusak alam.


Rasa maralah adalah salah satu
komponen pembentuk kekuatan pribadi kita.


Dan seperti semua alat,
rasa marah bisa digunakan
untuk menghebatkan upaya kita
untuk membangun kehidupan
yang sejahtera dan berwenang,
atau digunakan untuk merusak diri
dan hubungan baik dengan orang lain.


Yang bisa menjadi dosa,
adalah yang kita lakukan dalam kemarahan itu.


Tetaplah menjadi anggun,
dengan memilah filsahaf kemarahan kita.
Tetapkan mana hal yg pantas atau tidak pantas untuk kita marah.


tetaplah menjadi besar dengan menjaga kesabaran dalam kemarahan.

Complicated

Pagi tadi sebelum aku berikhtiar untuk memulai hari, akku sudah merasakan bahwa hari ini akan menjadi hari yg berat sekali.

Baru saja sampai di kantor sudah dikejukan dengan complain dr salah satu client PCT tour and travel..complain ini itu..sudah bikin nafas tersengal2 untuk menghadapi dan mempertahankan pendapat. tp namanya juga customer apa2 selalu saja minta menangnya sendiri.

2 jam kemudian berlanjut kasus poloshirt INDB yg tidak sesuai dgn permintaan user, ada2 lagi ketidak detailan timku menjadi tanggungan yg harus aku jawab..
hmmm harus bagaimana menjadi spv yg baik saja masih harus banyak mendapat ujian begini, belom kalo manager atau branch manager..

lanjut masalah kerjasama tim simple yg tidak berjalan baik..

komunikasi produksi yg seenaknya sendiri dalam bekerja, ketidak pedulian satu sama lain terhadap deadline dan rasa tidak ada kepercayaan membuat kerjaan kita berantakan.

lagi2 harus aku ujung2 org yg akan kena komunikasi panas dr pimpinan.

Rasanya begitu berat hari ini..begitu banyak hal yg salah dan siapa yg harus disalahkan..?

sedangkan semua selalu mencari pembenaran sendiri2 atas ketidak tauan atas hal yg terjadi..

kalau begini terus ya siapa yg bisa bertahan..??

terus belajar itu penting, pda dsarnya aku juga masih butuh disini..tp terlalu naif kalo untuk aku bertahan dalam kondisi yg memuakkan..

begitu memuakkan semuanya..

Update Gold Bar

LM 24K - 5 Gram

2.195.500 Harga Jual

2.077.500 Harga Beli

PIkirkanlah

Hari ini…sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang pasangan mu.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Sebelum kamu mengeluh tentang nasib hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu lalai
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan dengan apa adanya

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran dan orang-orang cacat yang mencari pekerjaan seperti mu

Sebelum kamu menunjukkan jari telunjukmu untuk menyalahkan orang lain,
Pikirkanlah, bahwa keempat jarimu yang lain menunjuk padamu dan tidak ada orang yang tidak pernah membuat kesalahan.

Jika kamu mampu untuk berpikir dahulu sebelum kamu mengeluh, Maka ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Kamu masih bisa bersyukur kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan...

Keramahan dan Kehangatan

Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.

“Cara demikian tidak pernah akan berhasil, nak!” kata kakek, “Saya akan mencoba mengajarimu.”

Mereka pulang. Sang Kakek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.

“Janganlah mencoba memaksa melakukan segala seuatu, nak!” nasihat kakek, “Berilah kehangatan dan keramahan, dengan sendiri ia akan datang padamu.”

Cerita tentang PERMEN

Kisah ini pernah cukup populer tetapi saya sendiri tidak ingat lagi di mana untuk pertama kalinya kisah itu saya baca. Konon, di suatu jalan di depan sekolahan terdapat dua toko permen. Keduanya menjual jenis-jenis permen yang persis sama. Tetapi toko yang satu selalu pernuh dengan anak-anak yang berebutan membeli permen. Toko lainnya hampir tidak ada pembelinya. Para calon salesmen atau SPG disuruh mengamati mengalami sampai terjadi gejala aneh seperti itu.

Sebagai hasil pengamatan ternyata pemilik toko yang ramai itu sangat pintar aritmatika dalam hal tambah menambah. Sedangkan pemilik toko yang lainnya juga sangat pintar aritmatika tetapi dalam hal kurang mengurang.

Pemilik toko permen yang ramai itu selalu mulai menimbang dalam dengan jumputan kecil. Kemudian ia terus menambahkan permennya sehingga dacingnya seimbang. Setelah seimbang pun ia masih menambahkan pula satu dua permen sehingga dacingnya berat ke sebelah permen daripada ke sebelah batu timbangan.

Sebaliknya pemilik toko yang lain selalu mulai dengan sejumputan besar permen. Kemudian ia mengurangi permen itu sedikit demi sedikit sampai akhirnya dacingnya seimbang.

Selain daripada itu penjual permen yang murah hati itu juga murah senyum, senang bercanda, sehingga langsung disukai anak-anak.Lawannya seorang yang kikir senyum, bermata curiga dan bermulut kerang.

Ternyata pemilik toko yang satu memahami benar psikologi anak kecil. Anak-anak itu gembira setiap kali menyaksikan permennya ditambah dan ditambah. Bahkan sudah setimbangpun masih diberi kelebihan pula. Sedangkan lawannya kurang memahami psikologi anak kecil. Mereka melihat permen pada awalnya begitu banyak. Tetapi setiap kali dikurangi hati mereka menj adi ciut dan semakin ciut. Walaupun akhirnya dacingnya setimbang tetapi kesan setiap kali permennya dikurangi itu terus membekas di hati anak-anak. Sama sekali tidak ada kegembiraan berbelanja di sana . Sebaliknya di toko yang lain itu selain sudah seimbang masih diberi tambahan bonus lagi beberapa butir permen.

Bagi saya filosofi pedagang permen yang laris itu bukan sekedar masalah memahami psikologi anak saja. Ia mengajarkan kepada saya bahwa nilai kemurahan hati lebih baik dan sekaligus lebih menguntungkan dibandingkan dengan nilai ke adi lan yang normatif. Kapanpun dan di manapun orang lebih menyukai dan menghargai kemurahan hati dibandingkan dengan keadilan.
Hal ini juga berlaku dalam manajemen. Perusahaan yang murah hati dalam ‘ social benefits ‘ ternyata lebih dicintai oleh para karyawannya. Mereka mengalami turn over karyawan yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang membayar pas menurut syarat-syarat UMR.

Bahkan seandainya upah nominal resmi mungkin lebih kecil sedikit dengan perusahaan-perusahaan lainnya mereka memilih untuk tidak pindah kerja. Ada kelompok perusahaan besar yang memberikan tunjangan kendaraan kepada para karyawannya selepas mereka bekerja sekian (misalnya tiga) tahun. Entah itu berupa mobil, sepeda motor atau sekalipun hanya sekedar sebuah sepeda bagi para karyawannya (tukang sapu, janitor, OB dsb) tetapi ada suatu kepastian. Kepastian ini yang sangat dihargai oleh para karyawannya. Kemudian setelah mereka bekerja sekian (misalnya lima atau enam) tahun pasti diberikan tunjangan perumahan. Sekalipun itu merupakan kredit KPR atau RSS atau hanya dalam bentuk kaveling tanah 15 M2 sekalipun. Yang menarik karyawan adalah kepastian mendapat tunjangan fisik perumahan itu sendiri.

Demikian pula tentunya dengan kepastian fisik lainnya seperti saham kosong, kepemimpinan pada anak perusahaan, dana pensiun, dana ziarah dsb.

Kisah sederhana dua pedagang permen itu juga memberikan inspirasi tentang perang gerilya dalam pemasaran produk. Dalam kasus seperti yang pernah saya alami di mana kami harus bersaing dengan produk impor juga demikian. Kita mengalami “absolut disadvantages” atau bahasa sederhananya situasi kalah total. Situasi mentimun lawan durian di pasar. Sama seperti gerilyawan melawan pasukan konvensional, jadi harus pintar-pintar mencari akal bulus dan harus menang cerdik.

Dalam hal ini analogi dengan pedagang permen tadi diibaratkan posisi kuat pesaing itu sebagai batu timbangan. Sedangkan kemampuan kreativitas sendiri sebagai jumputan permen. Kemenangan hanya ditentukan oleh butir permen terakhir yang membuat sisi permen lebih berat dibandingkan dengan sisi batu timbangan. Karena perusahaan kecil tidak mampu memberikan service ‘ serba wah ‘ (batu besar) kepada para pelanggan maka strateginya harus memperbanyak batu kerikil (atau permen) sehingga piring dacingnya /njomplang.

Dalam “corporate social responsibility” kemenangan ditentukan oleh service kecil terakhir yang diberikan kepada para pelanggan. Entah cuma berupa perbaikan atap sekolah SD di dekat pabrik, memperbaiki jembatan, mengaspal jalan, menambah lampu jalan, mensupply air bersih gratis kepada surau terdekat, dsb.

Intinya sebenarnya sederhana saja. Berikan kepada konsumen service berupa apa yang mereka dambakan dan bukannya apapun yang kita ingin berikan kepada mereka. Dalam pergaulan sosial juga demikian.

Madu yang kita tawarkan bila tidak diinginkan akan dianggap tidak berbeda dengan racun. Sebaliknya bila yang diinginkan hanya sekedar tempebacem dan sayur asem, maka steak yang kita tawarkan dengan gratis juga akan kurang diapresiasi.

BUAH, pentingkah dirimu..?

Dari kirimin sahabat di inbox emailku, semoga bermanfaat untuk sahabat2 ku disana..



Membuka mata saya Dr Stephen memperlakukan pasien sakit kanker dengan cara yang "un-ortodoks" dan banyak pasien sembuh.
Ia percaya pada penyembuhan alami dalam tubuh terhadap penyakit. Lihat artikel di bawah ini.

Terima kasih atas email tentang "buah-buahan dan jus". Ini adalah salah satu strategi untuk menyembuhkan kanker.
Pada akhirnya, tingkat keberhasilan saya dalam menyembuhkan kanker hádala sekitar 80%. pasien kanker tidak seharusnya mati.

Obat untuk kanker sudah ditemukan. Apakah Anda percaya atau tidak ? Saya minta maaf bagi ratusan pasien kanker yang meninggal di bawah perawatan konvensional . . . Terima kasih dan Tuhan memberkati. Dr Stephen

Makan Buah . . . . . Ini sangat informatif . Kita semua berpikir makan buah berarti hanya membeli buah-buahan, memotong buah itu dan hanya memasukkannya ke dalam mulut kita Ini tidak semudah yang Anda pikirkan.
Ini penting untuk mengetahui bagaimana dan kapan harus makan buah.

Seperti apa cara yang tepat makan buah ?

MAKSUDNYA TIDAK MAKAN BUAH-BUAHAN SETELAH ANDA MAKAN !
BUAH-BUAHAN HARUS DIMAKAN PADA SAAT PERUT ANDA KOSONG.

Jika Anda makan buah seperti itu, itu akan memainkan peranan penting untuk mendetoksifikasi sistem anda, menyediakan Anda dengan banyak energi untuk menurunkan berat badan dan kegiatan kehidupan Anda lainnya.

BUAH ADALAH MAKANAN PALING PENTING.

Katakanlah Anda makan dua potong roti dan kemudian sepotong buah. Potongan buah langsung pergi melalui lambung ke dalam usus, tetapi dicegah untuk itu. Sementara itu, seluruh makanan (roti yang anda makan) membusuk dan berfermentasi dan berubah menjadi asam. Menit berikutnya si Buah datang dan kontak langsung dengan makanan di perut dan pencernaan, seluruh massa makanan mulai menjadi rusak.
Jadi silahkan makan buah-buahan Anda pada waktu perut Anda kosong atau sebelum Anda makan !

Anda telah mendengar orang-orang mengeluh - setiap kali aku makan semangka aku bersendawa, ketika aku makan durian perutku kembung, saat saya makan pisang aku merasa seperti lari ke toilet, dll - sebenarnya semua ini tidak akan muncul jika Anda makan buah pada saat perut kosong. Buah bercampur dengan makanan lain akan membusuk dan menghasilkan gas dan dengan
itu Anda akan kembung !

Rambut beruban, botak, ledakan gugup, dan lingkaran hitam di bawah mata semua TIDAK akan terjadi jika Anda makan buah pada waktu perut kosong.

Tidak ada hal seperti beberapa buah, seperti jeruk dan lemon bersifat asam, karena semua buah-buahan menjadi basa dalam tubuh kita, menurut Dr Herbert Shelton yang melakukan penelitian tentang hal ini.

Jika Anda telah menguasai cara yang benar makan buah-buahan, Anda memiliki Rahasia kecantikan, umur panjang, kesehatan, energi, kebahagiaan dan berat badan normal.

Ketika Anda harus minum jus buah - minumlah jus buah yang fresh, TIDAK dari kaleng. Jangan minum jus yang telah dipanaskan. Jangan makan
buah-buahan yang sudah dimasak karena Anda tidak mendapatkan nutrisi sama sekali. Anda hanya bisa mendapatkan rasa. Memasak buah akan menghancurkan semua vitaminnya.
Tetapi makan buah utuh lebih baik daripada minum jus.

Tetapi jika Anda hanya bisa minum jus, minumlah seteguk demi seteguk secara perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur dengan air liur Anda sebelum menelannya.

Anda dapat melakukan 3-hari makan buah untuk membersihkan tubuh Anda. Hanya makan buah dan minum jus buah selama 3 hari dan Anda akan terkejut ketika teman Anda memberitahu Anda bagaimana Anda tampak berseri-seri !

KIWI: Kecil tapi kuat.Ini adalah sumber yg baik terdiri dari kalium, magnesium, vitamin E & serat. Berisi vitamin C dua kali lipat dari jeruk.

APEL: Sebuah apel sehari membuat Anda jauh dari dokter. Meskipun sebuah apel memiliki kandungan vitamin C rendah, ia memiliki antioksidan & flavonoid, yang dapat meningkatkan aktivitas vitamin C dengan demikian membantu untuk menurunkan resiko kanker usus, serangan jantung & stroke.

STRAWBERRY: Buah pelindung. Stroberi memiliki kekuatan antioksidan total tertinggi antara buah-buahan utama & melindungi tubuh dari penyebab kanker, penyumbatan pembuluh darah-radikal bebas.

JERUK: obat yang manis. Memakan 2-4 jeruk dalam sehari dapat membantu agar pilek menjauh, menurunkan kolesterol, mencegah dan melarutkan batu ginjal serta mengurangi resiko kanker usus.

SEMANGKA: Pendingin pemadam haus. Terdiri dari 92% air, juga dikemas dengan dosis raksasa glutathione, yang membantu meningkatkan system kekebalan tubuh kita. Semangka juga merupakan sumber utama likopen - oksidan melawan kanker. nutrisi lain yang ditemukan di semangka adalah vitamin C & kalium.

JAMBU & PEPAYA: penghargaan paling TOP untuk vitamin C. Mereka adalah pemenang untuk vitamin C. Jambu biji juga kaya serat, yang membantu mencegah sembelit. Pepaya kaya akan karoten, ini adalah baik untuk mata Anda.

Minum air dingin setelah makan = Kanker !

Apakah Anda Percaya ? Bagi mereka yang suka minum air dingin, artikel ini berlaku untuk Anda.
Memang enak minum secangkir minuman dingin setelah makan. Namun, air dingin akan membuat hal-hal yang berminyak yang baru saja dikonsumsi menjadi solid(beku). Hal ini akan memperlambat pencernaan. Ketika 'lumpur' tersebut bereaksi dengan asam, maka akan diserap oleh usus lebih cepat daripada makanan padat. mereka akan berbaris di dalam usus. Sangat cepat dan akan berubah menjadi lemak dan menyebabkan kanker. Cara terbaik adalah untuk minum sup panas atau air hangat setelah makan.

Catatan serius mengenai serangan jantung

Proces SERANGAN JANTUNG : Perempuan Harus tahu bahwa tidak setiap gejala serangan jantung akan menyerang lengan kiri.
Waspadai rasa sakit yang sering di rahang. Anda mungkin belum pernah sakit pada bagian dada selama serangan jantung. Mual dan sering berkeringat juga gejala umum. Enam puluh persen orang yang mengalami serangan jantung pada saat mereka sedang tidur dan tidak bisa bangun. Sakit pada rahang dapat membangunkan Anda dari tidur nyenyak. Mari kita berhati-hati dan sadar.

Semakin kita tahu semakin besar kesempatan kita bisa bertahan hidup !

Seorang ahli jantung mengatakan jika semua orang yang menerima surat ini mengirim ke 10 orang, Anda dapat yakin bahwa kita akan menyelamatkan setidaknya satu nyawa

Renungan tentang Kesabaran

Ada sebuah kampung di pedalaman Tanah Jawa. Disitu ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadat. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ia merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk menyara hidup. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri. Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba- tiba dia tersedar yang tempenya yang diperbuat daripada kacang soya hari itu masih belum menjadi, separuh jadi.Kebiasaannya tempe beliau telah masak sebelum bertolak. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah kesemuanya belum masak lagi. Perempuan tua itu berasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tiadalah rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan
Bahawa Allah dapat melakukan perkara-perkara ajaib,bahawa bagiNya tiada yang mustahil.

Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , “Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang soya ini menjadi tempe . Amin” Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahawa Allah pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang soya itu menjadi tempe . Namun, dia termenung seketika sebab kacang tu masih tetap kacang soya. Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu bahawa tiada yang mustahil bagiMu. Bantu lah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang soyaku ini kepada tempe , Amin”.

Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan hairan apabila tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu hari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mula didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walaubagaimanapun kerana keyakinannya yg sangat tinggi dia bercadang untuk tetap pergi kepasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pemergian ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Allah akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. “Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin”. Lalu dia pun berangkat.
Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampai sahaja di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin yang tempenya sekarang mesti sudah menjadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum menjadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mula merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allah kerana doanya tidak dikabulkan. Dia berasakan Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya punca rezekinya, hasil jualan tempe . Dia akhirnya cuma duduk sahaja tanpa mempamerkan barang jualannya sebab dia berasakan bahawa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi.
Sementara itu hari pun semakin petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mula kurang. Dia meninjau-ninjau kawan-kawan sesama penjual tempe , tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahawa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahawa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, “Ya Allah,berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum menjadi ini.”

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita. “Maaf ya, saya ingin bertanya, Makcik ada tak menjual tempe yang belum menjadi? Dari tadi saya sudah pusing keliling pasar ini untuk mencarinya tapi masih belum berjumpa lagi.” Dia termenung dan terpinga-pingaseketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe , tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum menjadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya”Ya Allah, saat ini aku tidak mahu tempe ini menjadi lagi. Biarlah tempe ini seperti semula, Amin”. Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah seronoknya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Allah. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang belum menjadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, “Mengapa hendak membeli tempe yang belum jadi?” Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di England teringin makan tempe dari desa. Memandangkan tempe itu akan dikirimkan ke England ,si ibu tadi kenalah membeli tempe yang belum jadi lagi supaya apabila sampai di England nanti akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah menjadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak elok lagi dan rasanya pun kurang sedap. Perempuan tua itu pun kehairanan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah pun dimakbulkan oleh ALLAH…
Moral
Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan sewaktu berdoa, padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kitaperlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.

Kedua: Sentiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan seharian kita sebagai hambaNya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahawa Tuhan akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancanganNya yang mungkin di luar jangkaan kita.

-lembaran artikel dari BADAN AGAMA ISLAM-

Sebuah Nilai EMPATI

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan HR Muhammad. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.
Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan.
Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku “Chicken Soup”, saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata “terima kasih” saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian.
Menurut dia, kata “terima kasih” merupakan “magic words” yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata “tolong” ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. “Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?” Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain.
Mulailah dari hal-hal kecil-kecil …
Mulailah dari diri Anda lebih dulu …
Mulailah sekarang juga

Filosofi Garam & Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya..
Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan..

“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu..

“Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.. Saat tamu itu selesai mereguk air itu,
Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.
Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

“Anak muda, dengarlah...
Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.

Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan.. "Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya.."
Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa

La Tahzan - Jangan Bersedih : Dr. ’Aidh Al-Qarn

1.Berfikir dan Bersyukurlah! ”Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang pantas kalian dustakan? (QS Ar Rahman : 13)”

2.Yang Lalu Biarlah Berlalu. Jangan Diratapi.

3.Hanya Hari Ini Saja Milik Anda ”Sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang2 yang bersyukur (QS Al A’raaf : 144)”

4.Biarkanlah Masa Depan Datang Dengan Sendirinya ”Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan (QS An Nahl : 1)”

5.Kritikan Merupakan Ukuran Keberhasilan Anda

6.Jangan Risau Bila Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba ”Kami memberi makan kalian hanyalah untuk mengharapkan ridha Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dan tidak pula ucapan terima kasih dari kalian (QS Al Insaan : 9)”

7.Berbuat Baik Kepada Sesama Mempunyai Kepuasan Tersendiri ”Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi; dan kelak di benar-benar mendapat kepuasan (QS Al Lail : 19 – 21)”

8.Usirlah Kejenuhan Dengan Melakukan Kegiatan Positif

9.Jadilah Diri Sendiri. Jangan Menjadi Peniru. “Tiap – tiap umat memiliki kiblatnya sendiri – sendiri yang mereka menghadap kepadanya. Oleh karena itu, berlomba – lombalah kalian (dalam berbuat kebaikan) (QS Al Baqarah : 148)”

10.Ridha Dengan Keadaan dan Takdir Tuhan “Tiada suatu musibah pun yang terjadi di muka bumi dan tiada pula yang menimpa diri kalian, melainkan semuanya telah tertulis di Lauh Mahfuzh sebelum Kami menciptakan bumi dan diri kalian (QS Al Hadid : 22)”

11.Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan “Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS Al Insyirah : 5)”

12.Rubahlah Hal Negatif Menjadi Positif “Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu lebih baik bagi kalian (QS Al Baqarah : 216)”

13.Mintalah Pertolongan Kepada-Nya “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (QS Al Mu’min : 60)”

14.Jagalah Pergaulan Anda

15.Allah Akan Memberi Ganti yang Lebih Baik “Barangsiapa yang Kuambil kedua anggota tubuh (mata) kesayangannya, lalu ia bersabar,
niscaya Aku masukkan dia ke dalam surga sebagai ganti keduanya (Hadist Qudsi)”

16.Iman Adalah Kehidupan Yang Sebenarnya :”Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya penghidupan yang sempit (QS Thaha : 124)”

17.Ambillah Madunya. Jangan Sampai Merusak Sarangnya “Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik. Jika kamu melakuakn demikian, maka tiba – tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan, seolah – olah telah menjadi teman yang sangat setia (QS Fushshilaat : 34)”

18.Dzikir Mengingat Allah Menenteramkan Hati “Berdzikirlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian (QS Al Baqarah : 152)”

19.Dengki Adalah Api yang Akan Membakar Pelakunya

20.Jalani Hidup Apa Adanya

21.Anda Lebih Beruntung Daripada yang Lain ”Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang –orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncang (dengan bermacam – macam cobaan) (QS Al Baqarah : 214)”

22.Jangan Melupakan Shalat ”Wahai orang – orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan (memperbanyak) Shalat (QS Al Baqarah : 153)”

23.Cukuplah Allah Sebagai Penolong ”Hasbunalloh wa ni’mal wakiil! (Cukuplah Allah sebagai penolong kami. Dia adalah sebaik – baik pelindung) (QS Ali Imran : 173)”

24.Bacalah Tanda – Tanda Kekuasaan Allah yang Ada di Bumi “Dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau’ (QS Ali Imran : 191)”

25.Sabar itu Indah

26.Jangan Masukkan Setiap Peristiwa ke Dalam Pikiran Anda

27.Jangan Biarkan Hal – Hal Sepele Menghancurkan Hidup Anda ”Sungguh Allah telah menetapkan batas (ukuran) bagi tiap – tiap sesuatu (QS Ath Thalaaq : 3)”

28.Puaslah Dengan Rezki yang Allah Berikan Kepada Anda, Niscaya Anda menjadi Orang yang Terkaya di Dunia ”Terimalah semua yang telah Allah berikan kepadamu dan jadilah kamu termasuk orang – orang yang bersyukur (QS Al A’raaf : 144)”

29.Ingatkan Diri Anda Dengan Surga ”Kesejahteraan dan kebahagiaan bagi kalian karena kalian telah bersabar dalam menaati Allah dan menerima cobaan-Nya. Surga adalah sebaik – baik tempat kesudahan (QS Ar Ra’d : 24)”

30.Bersikaplah Sewajarnya ”Cintailah kekasihmu sewajarnya, karena bisa jadi nanti dia akan menjadi orang yang kamu benci di kemudian hari; dan bencilah orang yang tidak kamu sukai dengan sewajarnya, karena bisa jadi nanti dia akan menjadi kekasihmu di kemudian hari (HR. At Tirmidzi)”


–Jangan Bersedih : Dr. ’Aidh Al-Qarni–

Aku Harus Pergi

Aku datang tidak untuk semua ini
Tidak untuk menyadarkanmu
Tidak juga untuk menyalahkanmu
Tidak pula untuk menyakiti hatimu

Bahwa pada akhirnya setiap harapan tidak sesuai kenyataan
Dari samudra kilau pelangi mimpi yang kemarin kita arungi
Ternyata bukan milik kita berdua
Ternyata bukan juga ujung dari perjalanan kita

Tapi milik mereka yang beruntung dgn kisah abadinya
Milik orang yang dengan nelangsa mengais kebahagiaanya

Dan aku pergi bukan karena semua itu
Bukan karena penat atau hatiku yang menyusut
Bukan karena tusukan luka atau cintaku yang tak aku punya
Juga tidak untuk menemukan penggantimu ada

Karena kehadiran mereka hanya akan membuatku terjaga
Bahwa kaulah satu-satunya pria yang pantas ada sampingku

Akan kita apakan samudera kenangan ini?
Merelakannya terhempas hanyut dan terabaikan?
Atau tetap bergelombang kokoh pada ingatan dan sela lamunan kosong?

Hmm, biarlah itu menjadi urusan waktu
Punah dari tata surya dan mega-mega angkasa

Bukan berarti aku lelah memberimu cahaya
Bukan berarti aku penat meneteskan embun sukma
Bukan berarti aku telah hampa dalam kegelapan sang surya

Salahkah,
bila aku tak berdaya lagi menghias pasang di samudera matamu?
Menenggelamkan perasaan yang seharusnya berteriak di setiap detak jantungku?

Waktu yang membawaku ke dalam hidupmu
Waktu juga yang merenggutku darimu
Waktu yang telah menghapus keindahanmu dari mataku
Waktu lah yang mengkosongkan hatiku untukmu

Kita cukup mengerti itu, bukan?
Dan sudah jelas untukku..
Kemana aku harus pergi..
Tidak peduli bagaimana sifat dan kepribadian pria, ada karakteristik tertentu yang harus ia miliki untuk menjadi suami yang berkualitas di masa depan. Bagi Anda yang belum menikah, segera cek apakah pasangan saat ini memiliki kriteria sebagai suami berkualitas di masa mendatang.

Berikut ciri-ciri pria yang pantas untuk Anda jadikan pasangan hidup, seperti dikutip dari laman Shine:

Jujur
Memiliki pasangan yang jujur bisa memberikan ketenangan batin. Jangan sampai kekasih yang akan dijadikan suami menyimpan rahasia dari Anda. Keterbukaan adalah kunci keharmonisan dalam rumah tangga.

Selalu Memberikan Dukungan
Dukungan dari kekasih adalah penyemangat hidup seseorang. Begitupula jika dia telah menjadi suami di masa depan. Suami yang selalu memberikan dukungan pada istrinya bisa menjadi kunci pernikahan berhasil.


VIVAnews Version
Punya kepribadian menyenangkan
Apakah calon suami punya selera humor yang baik, atau tidak mudah diajak bercanda? Ia adalah orang yang akan menemani Anda menghabiskan sisa hidup. Jika Anda tidak menikmati kebersamaan dengannya sekarang, 10 atau 20 tahun lagi hubungan Anda bisa makin hambar. Pernikahan selalu diwarnai suka dan duka, tapi setidaknya ada saat-saat tertentu pasangan bisa membahagiakan Anda.

Pekerja keras
Tugas seorang pria adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Meski saat ini kebanyakan wanita juga berkarier untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, seorang pria tetap memikul tanggung jawab utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pria yang malas dan bukan tipe pekerja keras hanya akan membuat rumah tangga Anda terpuruk. Untuk itu, cobalah selektif dalam memilih suami. Tapi, bukan berarti Anda hanya mengharapkan pria kaya untuk dijadikan pasangan hidup. Cari pria yang mau bekerja keras untuk keluarganya.

Mencintai apa adanya
Mencintai segala kekurangan yang ada pada diri seseorang akan lebih baik daripada mencintai kelebihannya. Jika pria menyukai wanita dari kecantikannya, suatu saat rasa cintanya bisa saja pudar seiring dengan pudarnya kecantikan Anda. Namun, jika dia bisa menerima segala kekurangan Anda, dialah calon suami yang tepat untuk Anda pilih

Alfabet For SUCCESS

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ
(Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ.
Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

A : ACCEPT

-- Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : BELIEVE

-- Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda
inginkan dalam hidup

C : CARE

-- Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam
hidup

D : DIRECT

-- Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan
diri

E : EARN

-- Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha
menjadi yang terbaik

F : FACE

-- Hadapi masalah dengan benar dan yakin

G : GO

-- Berangkatlah dari kebenaran

H : HOMEWORK

-- Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi

I : IGNORE

-- Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan

J : JEALOUSLY

-- Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda
sendiri

K : KEEP

-- Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal

L : LEARN

-- Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya

M : MIND

-- Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang
lain

N : NEVER

-- Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol

O : OBSERVE

-- Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan
belajar dari orang lain

P : PATIENCE

-- Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus
berusaha

Q : QUESTION

-- Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah
ilmu

R : RESPECT

-- Hargai diri sendiri dan juga orang lain

S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT

-- Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan
kita dari saat-saat tegang

T : TAKE

-- Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda

U : UNDERSTAND

-- Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat
mengalahkan anda

V : VALUE

-- Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang
terbaik

W : WORK

-- Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a

X : X'TRA

-- Usaha lebih keras membawa keberhasilan

Y : YOU

-- Anda dapat membuat suatu yang berbeda

Z : ZERO

-- Usaha nol membawa hasil nol pula

Jika Motivasimu Rendah

Rendahnya motivasi disebabkan oleh tiga hal yaitu: tidak pede, tidak fokus,
dan tidak terarah. Biasanya, ketiganya akan muncul bersamaan dan saling
menguatkan.


*TIDAK PEDE*

*Jika Anda sendiri tidak percaya bahwa Anda bisa sukses, maka mencoba pun
Anda tak akan melakukannya. Apalagi benar-benar melakukannya. *

Jika Anda merasa kurang PeDe, sebabnya adalah karena Anda sepenuhnya
berfokus pada apa yang Anda inginkan. Anda melupakan apa-apa yang sudah Anda punya.

Kemudian, pikiran Anda hanya menghasilkan penjelasan tentang mengapa Anda
belum juga mendapatkannya.

Hasilnya adalah pikiran negatif.

Akibatnya adalah rasa cemburu dan berbagai pembenaran.

* Bersyukurlah! *


*PEDE SECARA INSTAN*

1. Pakailah pakaian yang membuat Anda PeDe. Orang yang paling memikirkan
pakaian Anda adalah diri Anda sendiri. Jika Anda merasa tidak terlihat baik,
maka itu akan mempengaruhi pembawaaan Anda.

2. Berjalanlah dengan lebih cepat. Berjalanlah dengan enerjik.

3. Perhatikan postur dan bahasa tubuh Anda. Jadilah antusias dan penuh
semangat.

4. Dengarkanlah pembicara motivasional. Pembicara motivasional yang terbaik
adalah diri Anda sendiri. Berbicaralah di depan cermin.

5. Bersyukurlah. Sediakan waktu khusus untuk itu. Shalat-lah. Berdoalah. Merenunglah.

6. Hargai dan pujilah orang lain.

7. Duduklah di baris depan, kecuali di bioskop atau di kursi VIP.

8. Bicaralah. Bicara yang baik atau diam. Jika itu baik bicaralah, apapun
yang Anda rasakan.

9. Biasakan memberi. Bersedekahlah, beramal-lah. Berkontribusilah.


*TIDAK FOKUS*

*Jika Anda tidak tahu persis apa yang Anda inginkan, jangan-jangan Anda
memang tidak menginginkannya. *

Nilai kembali diri Anda, apakah Anda lebih fokus pada apa yang tidak Anda
inginkan atau pada apa yang Anda inginkan?

Saya takut gagal, saya takut miskin, saya takut dilecehkan, saya takut tidak
mencapai target, saya takut mengecewakan, dan sebagainya.

Semua itu tidak mendorong Anda untuk bertindak. Takut akan membuat Anda diam di tempat.

Buatlah rencana dan langkah-langkah yang terukur.

Pikiran Anda akan mulai bekerja, sampai Anda tahu apa yang Anda mau.


*TIDAK TERARAH*

*Jika Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan, bagaimana mungkin Anda
bisa termotivasi untuk melakukannya? *

Fokus Anda adalah sasaran akhir. Arah Anda adalah strategi harian. Dengan
kejelasan tentang "what next?", maka Anda akan tetap termotivasi untuk
melanjutkan perjalanan.

Apakah aktivitas harian Anda mengarah kepada fokus atau tidak? Aktivitas
mana yang mendekatkan dan mana yang menjauhkan Anda dari fokus?

Lakukan ini setiap hari:

Satu langkah kecil berdampak jangka pendek, dan
Satu langkah besar berdampak jangka panjang.


*NEXT STEP: ACTION HABIT*

1. Jangan tunggu sampai segalanya sempurna. Tak akan. Sebab ini dunia, bukan
surga.

2. Jadilah pelaku, bukan pemikir. Bertindaklah hari ini. Segala sesuatu
lebih berat di kepala daripada di pundak.

3. Ingatlah bahwa sekedar ide, tidak menciptakan sukses. Ia hanya bernilai
jika diimplementasikan.

4. Tindakan adalah obat bagi kekhawatiran. Obat yang terbaik. Yang terberat
adalah tindakan pertama. Selebihnya adalah bola salju.

5. Paksakan kreatifitas Anda. Jangan tunggu inspirasi. Just do it.

6. Hiduplah di hari ini. Hanya hari ini yang bisa Anda pengaruhi.

7. Get to the point. Jangan terlalu lama membaca tips ini. Lakukan sesuatu
segera setelah tanda seru berikut ini!

10 Penyakit Mental Manusia

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.

Kekanak-kanakan. Kenapa ?
Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.
Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar.
Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
"Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu
paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".
Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma
terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA

Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, fokus
kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.
Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena
pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya :
Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas.
Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ?
Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak
dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada
komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali
dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ?
Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3.
Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak
terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?.
Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh,
pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori
negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU

Biasa disebut “Pseudo Success Syndrome”. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak
kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut.
Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar".
Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Motivation of the day :

Action may not always bring success, but there is no success without action.

"Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses,
tetapi... Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan." (Greg Phillips - Benjamin Disraeli)

Kesederhanaan Yang Cantik

Seorang putri yang cantik
adalah sebuah kebetulan alam,
tetapi sebuah kehidupan yang cantik
adalah hasil dari sebuah
kepemimpinan diri.


Terbalik dengan perilaku kebanyakan orang yang merasa harus memiliki banyak untuk menjadi lengkap; kesempurnaan yang indah dicapai bukan karena kita tidak bisa menambahkan lagi, tetapi karena kita tidak bisa mengurangi lagi.

Sederhanalah, tetapi pastikan bahwa
dampak Anda tidak sederhana.

Tidak ada apa pun yang bisa disebut hebat, bila hebat dampaknya. Mohon Anda ingat bahwa di puncak semua kesempurnaan, terletak sebuah kesederhanaan. Beliau yang Mahasempurna itu sangat sederhana cara-cara-Nya, tetapi tidak sederhana dampaknya.

Musik yang paling indah adalah musik
yang terjadi sekarang.

Banyak orang tidak menyanyikan lagu saat yang tepat untuk menyanyi. Dia mensyaratkan keadaan yang sebaik-baiknya untuk mulai menyanyi. Tetapi, seperti banyak rekannya yang lain, akhirnya dia meninggalkan hidup ini dengan lagu yang belum sempat dinyanyikannya.
Sayang padahal … Padahal bila dia mau duduk tenang sebentar, dia akan melihat banyak orang yang sedang memimpin konser hidup yang meriah; bukan karena menyanyikan lagu yang sempurna, tetapi karena dengan berani dan suka cita menyanyikan lagu apa pun yang terjadi saat dia ingin menyanyi.

Jalan menuju keindahan
adalah keindahan.
“Bagaimana mungkin
engkau mencapai keindahan,
bila cara-caramu tidak indah?”
Kahlil Gibran
Untuk mencapai kualitas pribadi yang memungkinkan tercapainya kualitas hidup yang baik, kita tidak harus mengganti diri kita dengan sebuah badan baru yang lebih baik.
Apa pun cara yang tua dalam alam ini—selama cara-cara yang digunakan atasnya baru, kita bisa mengharapkan untuk melihat hasil yang baru. Sebaliknya, siapa pun tidak akan bisa menjadi pribadi yang baru, bila cara-caranya tetap lama.
Maka, perbaruilah cara-cara Anda.

Perhatikanlah apa saja yang mengisi
bejana Anda.

Kita ini adalah sekumpulan bejana yang sedang diisi; ada yang diisi dengan deras dan ada yang dengan tetesan yang tidak teratur. Dan menjelang penuhnya sebuah bejana, dia akan menolak masukan-masukan lain, walaupun masukan-masukan baru itu lebih jernih dan lebih harum dari apa pun yang telah mengisinya; dengan alasan ‘sudah penuh’.
Padahal ..., asal penuh dan penuh keindahan adalah dua hal yang cepat dilihat bedanya oleh orang lain. Bejana kristal yang cemerlang karena berusaha tidak berwarna, dan mengijinkan hanya yang terang untuk menjadi pengisinya; dan akan diletakkan oleh orang lain di tempat-tempat yang indah dan mencerahkan.
Sedangkan cawan-cawan yang kotor, tidak akan merasa nyaman dengan sari-sari kemuliaan langit yang bertentangan dengan hal-hal buruk dari yang biasa yang dijadikannya sebagai pengisi hati dan pengisi perut.
Kata “tidak” adalah sebuah keindahan
yang sederhana.
Sebuah hidup bisa diubah dengan cepat, dengan kuat, dan langsung berdampak; hanya dengan menjadikan diri ini tegas mengatakan “tidak” kepada hal-hal yang tidak berguna, yang memboroskan waktu, dan yang tidak meninggikan orang lain.
Semua orang yang telah menerima kebaikan sebagai jalan hidup, sangat mengerti bahwa mengatakan “Ya” adalah bagian termudah dari sebuah keimanan; tetapi mengatakan “tidak” kepada yang menjadikan kita orang tidak baik—adalah warna peperangan sepanjang hidup.

Solusi yang baik, selalu cantik. Hanya
orang yang takut dirugikan olehnya
yang akan mencelanya.

Kebijakan telah menasihatkan, bahwa bila Anda sedang merakit solusi bagi sebuah masalah, janganlah memikirkan bagaimana cantiknya solusi Anda nanti. Tetapi bila Anda selesai merancang solusi, dan solusi Anda itu tidak cantik, maka mungkin bukan itu solusinya.
Dan bila sebuah solusi yang cantik dan berharapan baik untuk menghasilkan kebaikan itu, ditolak oleh seseorang; maka orang itulah yang paling membutuhkan perbaikan.

Lawan dari sebuah pernyataan yang
salah adalah sebuah pernyataan yang
benar.
Tetapi lawan dari sebuah
kesederhaan yang cantik adalah
sebuah kesederhaan cantik yang
lain.

Jangan Mengeluh

Saya fwd tulisan Pak Ismail A Said , DD Republika :

Karena hujan yg tidak kunjung berhenti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan karena hari sudah malam...
& sampai juga di pintu perumahan, perut dah ga bisa diajak kompromi, akhirnya saya memutuskan mampir di warung nasi tenda dipinggir jalan..
lagi asik asiknya menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak, dg istri & 2 anaknya..
Yg menarik adalah kendaraan mereka adalah gerobak dorong..

Lalu bapak ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng utk istri & anaknya.
Pertamanya sih ga ada yg menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yg menarik hati saya..Ternyata, yg menikmati makanan itu hanya istri dan anaknya. Sedangkan sang bapak hanya melihat istri & anaknya menikmati makanan ini. Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali,& sangat menikmati ayam goreng yg dipesan oleh bapaknya..

Saya perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia di wajahnya..
Lalu saya mendengar dia berkata.." makan yg puas Nak, toh..hari ini tanggal kelahiranmu.."Saya terharu mendengarnya.. seorang bapak, dgn keterbatasannya, sebagai (mungkin) pemulung.. memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jalan , untuk hadiah anaknya..

Hampir mau menangis rasanya saya diwarung itu.. Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri,& membayar makanan saya,& juga dengan pelan pelan saya bilang sama penjaga warung..."mas, tagihan bapak itu, saya yg bayar..dan tolong tambahin 1 porsi ayam goreng dan tahu tempe" Lalu cepat-cepat saya pergi.

Kisah ini kutulis, untuk bahan perenungan.. Bahwa Tuhan sudah memberikan yg terbaik untuk saya saat ini..., kita biasa makan di Sushi-Tei, Kentucky, Mc Donald, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut dsb... Tetapi bagi org disekitar kita, pecel lele dipinggir jalan, adalah makanan mewah buat dia.. .. Sungguh tak pantas bagi saya untuk mengeluh ...

Semoga bermanfaat.... Rasa syukur akan mengantarkan rasa bahagia ...